PTIPD Melakukan Klarifikasi Pemberitaan LPM Lintas

PTIPD IAIN Ambon - Melalui ini kami dari Pusat Tekonologi Informasi dan Pangkalan Data ingin mengklarifikasi pemberitaan yang di terbitkan oleh lpmlintas.com terkait penjelasan mengenai Subsidi kuota untuk mahasiswa pada tanggal 3 Desember 2020.


http://www.lpmlintas.com/2020/12/03/kuota-internet-gratis-tak-kunjung-datang-mahasiswa-diminta-bersabar/


Disini kami tegaskan bahwa, informasi yang ditulis pada laman lpmlintas.com terkait statemen Kepala Pusat TIPD adalah keliru dan tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh pihak PTIPD.

Adapun yang perlu digaris bawahi adalah :

  1. Penerimaan subsidi paket data tidak pernah ada proses pendaftaran oleh mahasiswa.
  2. Keterlambatan penyaluran subsidi kuota bukan karena terlambatnya mahasiswa memasukan data nomor ponsel-nya, jika data mahasiswa tidak melengkapi sampai batas akhir yang ditentukan, maka mahasiswa tersebut dilaporkan tidak memiliki nomor ponsel aktif.
  3. Kepala pusat TIPD tidak pernah menyarankan mahasiswa untuk mengecek hasil registrasi pada laman Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI).

Kepala Pusat sendiri mengkonfirmasi bahwa sangat disayangkan mereka menulis apa yang tidak dia katakan saat wawancara. "Saat saya membaca berita tersebut saya kaget, kenapa mereka menulis apa yang tidak saya katakan dan justru mereka tidak menulis apa yang saya katakan.", kata Fauzan.

Lanjut Fauzan, "saya tidak pernah menyarankan mahasiswa untuk mengecek hasil registrasi pada laman DIKTI, karena seperti kita ketahui IAIN Ambon masuk dalam PTKIN dan tidak mendapatkan subsidi dari Kemendikbud/DIKTI."

Tambah Fauzan, "Pertengahan bulan november 2020 kami sudah rapat koordinasi dan semua data ponsel mahasiswa yang ada di siakad sudah kami laporkan ke kementerian dan sedang di verifikasi untuk dilanjutkan ke provider."

"Saya harap khususnya untuk reporter lpmlintas.com agar memahami siapa yang diwawancarai dan topik yang sedang dibicarakan, agar hasil wawancara dan informasi yang disampaikan bisa nyambung. agar tidak ada lagi informasi yang keliru seperti ini, kejadian ini sudah pernah terjadi, semoga bisa menjadi pelajaran. Apapun itu kami tetap berusaha agar mahasiswa tetap mendapatkan subsidi kuota untuk belajar" Harapan Fauzan.

Dilihat: 808